Senin, 28 Desember 2015

Kebencian ??? Ini formula menghilangkan kebencian

Assalamualaikum Wr. Wb

Banyak perdebatan, konflik, permusuhan, pertengkaran yang terjadi di dunia. Apa yang menyebabkan semua itu terjadi ??
Perbedaan, iri, kebencian.
Kebencian merupakan emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, permusuhan, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya.
Tahukah kita bahwa sifat benci dan dendam merupakan sifat yang tiada terpuji yang pasti tak akan pernah mendapat ridho Allah. Dan paling bahayanya sifat ini dapat menghabiskan semua amalan baik dan menuntun kita ke neraka.
           
            Saatnya kita tanyakan pada diri kita, apakah kita memiliki sifat benci dan dendam terhadap orang lain ? Apa yang akan kita lakukan terhadap orang yang kita benci ? Apakah perasaan kita jika dapat membuat mereka sengsara ?
            Mari kita berfikir jauh ke depan, bagaimana perasaan kita jika kita di posisi seperti orang yang kita benci ?
            Kebencian dapat memutuskan silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda :
“Tidaklah halal bagi seorang muslim untuk meninggalkan saudaranya lebih dari tiga malam. Keduanya juga saling bertemu, tetapi mereka tidak saling mengacuhkan satu sama lain. Yang paling baik diantara keduanya yang terlebih dahulu memberi salam”.
(HR. Muslim)

Akibat timbulnya kebencian :
1. Berfikir negatif
2. Tidak mendengarkan nasehat orang lain
3. Kikir
4. Iri hati

Orang yang membiarkan dirinya dikuasai oleh iri hati dan dengki akan menanggung beban berat yang tidak seharusnya. Karena setiap kali ia melihat orang yang didengkinya dengan semua kesuksesannya, hati dan persaannya menderita dan hatinya semakin penuh dengan dengki, marah, benci, curiga, kesal, kecewa, resah, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Sungguh sangat tidak enak menjalani kehidupan seperti itu. Seperti layaknya penyakit, ketika dipelihara akan mendatangkan penyakit lainnya, seperti penyakit hati yang bernama iri hati dan dengki. Bila tidak segera dihilangkan akan mengundang penyakit-penyakit lainnya. Sebagaimana tertulis dalam firman Allah subhanuhu wata’ala berikut ini: “ Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta .” (QS.Al-Baqarah [2]: 10).
            Meskipun kadang sangat sulit bagi kita untuk memaafkan kesalahan seseorang, namun ada baiknya belajar sabar dan ikhlas untuk menerima keadaan yang ada. Mungkin denganmengalah kita akan lebih mudah berpikir sehingga suasana hati mulai membaik dan tidak menimbulkan perasaan yang tidak semestinya ada. Dalam hal ini akan lebih baik kalau dapat memperbaiki apa yang ada sehingga tidak menimbulkan keadaan sulit bagi semua orang. Sehingga akan dengan mudah menemukan solusi untuk masalah yang mungkin saat ini tidak dapat diselesaikan dengan baik, sehingga dalam waktu singkat akan ada jalan keluar untuk lepas dari masalah yang ada.
Menghilangkan kebencian yang sudah terlanjur tumbuh memang tidak mudah, setiap kali kita ingat dengan peristiw dimasa lalu yang membuat hati terluka pasti akan timbul kembali rasa sakit dalam hati. Ini tidak akan hilang dengan serta merta, perlu ada waktu untuk menenangkan hati sehingga apa yang kita lakukan akan dapat dimengerti dan semua yang terjadi memang atas kehendak sendiri sehingga tidak akan menimbulkan kebencian baru dalam hati sampai akhirnya kita mendapatkan apa yang paling di inginkan dalam hati. Sampai disini tentu akan semakin mudah mendapatkan apa yang seharusnya kita peroleh untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman dalam hati dan menemukan kehidupan yang lebih tenang.
            Ada banyak solusi menghilangkan rasa benci dan dendam di hati kita. Ialah :

- Banyak-banyaklah berdzikir (mengingat Allah)
insyaallah akan ada ketenangan di hatimu sebagai mana firman Allah :
"Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang". [Q-S Ar-Ra'd ayat 28.]

- Bersabarlah
Dari Abu Hurairah R.A., Rasulullah saw bersabda, Orang yang hebat itu bukanlah orang yang kuat pukulannya, sesungguhnya orang yang kuat adalah yang mampu mengekang hawa nafsunya ketika marah. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
[Q.S Al-Baqoroh 2 : 153]

- Jadilah Seorang Pemaaf

Allah berfirman :

"...Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah." [Q.S.Asy-Syura : 40]

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. [Q.S Ali Imron 3 : 159]

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. [Q.S Al-Baqoroh 2 : 263] 
Dalam hadist :

"Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu."
 (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).

"Ada 3 hal yang apabila dilakukan akan dilindungi Allah dalam pemeliharaanNya dan ditaburi rahmatNya serta dimasukkanNya ke dalam surgaNya yaitu : apabila diberi iia berterimakasih, apabila berkuasa ia suka pemaaf dan apabila marah ia menahan diri". [HR. Hakim dan Ibnu Hibban]

- Biasakanlah diri Berperasangka Baik


Dalam al-quran Allah berfirman :


“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [Q.S. Al-Baqarah : 216]
                                            
”Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.Sukakah salah seorang diantara kamu, memakan daging saudaranya yang sudah mati ?.Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.Dan bertakwalah kepada Allah Tuhan Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
[QS.Al-Hujuraat :12]

- Ingatlah bahwa Dendan dan Benci itu merugikan dirimu sendiri

Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). [Q.S Al-Maidah : 91]

- Jangan Sombong dan menganggap diri paling benar
Mari kita koreksi diri, adanya kejadian pasti karena ada penyebabnya. 
"Tidak akan masuk syurga siapa saja yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan." [HR. Muslim]

- Ikhlas dan Tawakkallah

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya,dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,  dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki
[Q.S Al-Falaq 1-5]

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan,Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan,Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku."
[Q.S Al-Mu'minuun 96-98] 

-Dan jika benci dan dendam itu tak jua hilang, maka ingatlah kebaikannya saja, mungkin ada kebaikan yang pernah ia lakukan untuk kita, jangan selalu memikirkan keburukannya, kejahatannya dan sifatnya yang kurang terpuji, Insyaallah hati kita akan terobati.


Semoga bermanfaat dan kita terhindar dari sifat benci, karena kebencian dapat merusak diri kita sendiri terutama hati kita. 
Wassalamualaikum Wr. Wb

Selasa, 03 November 2015

Gempa Bumi yang Dahsyat pada Hari Kiamat


Kiamat pasti terjadi , tidak seorangpun dapat mendustainya. Namun  kapan terjadinya kiamat itu tidak ada yang tahu selain Allah sebagaimana dijelaskan dalam surat al A’raaf 187.
 al a'raaf 187
187. Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat : “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.Kiamat  itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat  itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” 
Saat bumi berguncang dan saat itu bumi mengeluarkan apa yang dikandungnya. Itulah di antara kejadian pada hari kiamat yang akan kita telaah pada tafsir surat Al Zalzalah kali ini.
Allah Ta’ala berfirman,
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5) يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (6)
 فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al Zalzalah: 1-8)
Dalam surat ini, Allah mengabarkan apa yang terjadi pada hari kiamat di mana saat itu bumi bergoncang begitu dahsyatnya dan meruntuhkan segala yang ada di atasnya. Juga akan diterangkan bagaimanakah setiap amalan baik dan jelek akan menuai balasannya.
Ibnu ‘Abbas berkata mengenai ayat,
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat)“, maksudnya adalah bumi bergoncang dari bawahnya. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 627).
Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat lainnya,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
Hai manusia, bertakwalah kepada Rabbmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).” (QS. Al Hajj: 1).
Dalam ayat selanjutnya disebutkan,
وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا
dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.” Para ulama katakan bahwa ayat tersebut berarti bumi mengeluarkan mayit yang ada di dalamnya. Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 9: 627.
Hal ini semisal dengan ayat,
وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ (3) وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ (4)
Dan apabila bumi diratakan, dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong.” (QS. Al Insyiqaq: 3-4).

Allah Ta’ala berfirman,
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”
Ini adalah balasan bagi yang berbuat baik dan jelek. Walau yang dilakukan adalah sebesar dzarrah (ukuran yang kecil atau sepele), maka itu akan dibalas. Tentu lebih pantas lagi jika ada yang beramal lebih dari itu dan akan dibalas. Allah Ta’ala berfirman,
يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَدًا بَعِيدًا
Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh.” (QS. Ali Imran: 30).
وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis).” (QS. Al Kahfi: 49).
Kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah, “Ayat ini memotivasi untuk beramal baik walau sedikit. Begitu pula menunjukkan ancaman bagi yang beramal jelek walau itu kecil.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 932).
Hanya Allah yang memberi taufik untuk mengingat hari akhir dan memberi petunjuk beramal sholeh.

Senin, 02 November 2015

Apa Hubungan Agama Dengan ......



1.       Hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan ilmiah :

·         Ilmu dalam agama sangat berpengaruh sangat berbesar. Dan menuntut ilmu juga salah satu cara manusia dalam pendekatan kepada Allah. Salah satu contoh yaitu semakin berkembangnya zaman saat ini terdapat aplikasi Al-Quran dalam telepon genggam ( HP ). Orang dapat membuka aplikasi tersebut dan orang dapat membaca Al-Quran dimana saja dan kapan saja.

2.       Hubungan antara agama dan negara :

·         Islam bisa disebut  agama paripurna, yaitu mencangkup segala-galanya termasuk masalah-masalah negara. Sehingga agama tidak bisa dipisahkan dari negara dan negara tidak bisa dipisahkan dari agama. Agama dan negara saling membutuhkan, negara tidak bisa berjalan sendiri tanpa agama. Sebab, tanpa agama, akan terjadi kekacauan moral dalam bernegara.
·         Islam tidak ada hubungannya dengan negara, karena islam tidak mengatur kehidupan bernegara atau pemerintahan.

3.       Hubungan antara agama dan kemanusiaan :

·         Dalam beragama manusia menjunjung tinggi kemanusiaan. Dalam hidup bermasyarakat tidak memandang harus bertetanggaan dengan sesama agama. Para pemeluk agama satu dengan pemeluk agama lainnya juga memiliki hak untuk menjalankan ajaran agama masih-masing.
·         Kerukunan beragama adalah suatu sikap dalam sebuah pergaulan atau kekeluargaan antar umat beragama, tentu saja sangat memerlukan etika atau norma-norma tertentu. Sehingga kerukunan antar umat beragama menjadi etika dalam beragama.

4.       Hubungan antara agama dan cinta  :

·         Agama dapat menyatukan cinta, yaitu cinta pada sesama manusia, cinta kepada hewan dan cinta kepada makhluk hidup lainnya. Agama juga dapat menyebarkan cinta. Cinta dapat menyatukan kekerabatan/ kekeluargaan, orang yang saling mencintai tidak adakan memutuskan tali silaturahmi.
·           Tetapi perbedaan beragama juga dapat membuat konflik dan tidak bisa menyatukan cinta. Perbedaan agama yang menyebabkan konflik antar agama lain atau keyakinan yang berbeda. Contohnya, konflik antar agama yaitu terjadinya pengeboman tempat ibadah, dll. Dan cinta tidak bisa menyatukan keyakinan yang berbeda, contohnya dalam sebuah ikatan dalam menjalin sebuah hubungan.
·           Namun dalam sejarah kehidupan umat beragama, sering terjadi bahwa perbedaan keagamaan dan keimanan dijadikan sebagai pemicu atau alasan pertentangan dan perpecahan. Di banyak tempat, termasuk di Maluku, telah terjadi konflik berdarah dan berapi yang menelan banyak korban manusia dan harta benda, serta menghancurkan kehidupan di lingkungan kita. Unsur-unsur keagamaan dijadikan sebagai pemicu dan sasaran penghancuran dalam konflik tersebut.