Assalamualaikum Wr. Wb
Banyak perdebatan, konflik, permusuhan, pertengkaran yang terjadi di
dunia. Apa yang menyebabkan semua itu terjadi ??
Perbedaan, iri, kebencian.
Kebencian merupakan emosi yang sangat kuat dan melambangkan
ketidaksukaan, permusuhan, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal,
barang, atau fenomena. Hal ini
juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau
menghilangkannya.
Tahukah kita bahwa
sifat benci dan dendam merupakan sifat yang tiada terpuji yang pasti tak akan
pernah mendapat ridho Allah. Dan paling bahayanya sifat ini dapat menghabiskan
semua amalan baik dan menuntun kita ke neraka.
Saatnya
kita tanyakan pada diri kita, apakah kita memiliki sifat benci dan dendam
terhadap orang lain ? Apa yang akan kita lakukan terhadap orang yang kita benci
? Apakah perasaan kita jika dapat membuat mereka sengsara ?
Mari
kita berfikir jauh ke depan, bagaimana perasaan kita jika kita di posisi
seperti orang yang kita benci ?
Kebencian
dapat memutuskan silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda :
“Tidaklah halal bagi
seorang muslim untuk meninggalkan saudaranya lebih dari tiga malam. Keduanya
juga saling bertemu, tetapi mereka tidak saling mengacuhkan satu sama lain.
Yang paling baik diantara keduanya yang terlebih dahulu memberi salam”.
(HR. Muslim)
Akibat timbulnya kebencian :
1. Berfikir negatif
2. Tidak mendengarkan nasehat orang lain
3. Kikir
4. Iri hati
Orang
yang membiarkan dirinya dikuasai oleh iri hati dan dengki akan menanggung beban
berat yang tidak seharusnya. Karena setiap kali ia melihat orang yang
didengkinya dengan semua kesuksesannya, hati dan persaannya menderita dan
hatinya semakin penuh dengan dengki, marah, benci, curiga, kesal, kecewa,
resah, dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Sungguh sangat tidak enak
menjalani kehidupan seperti itu. Seperti layaknya penyakit, ketika dipelihara
akan mendatangkan penyakit lainnya, seperti penyakit hati yang bernama iri hati
dan dengki. Bila tidak segera dihilangkan akan mengundang penyakit-penyakit
lainnya. Sebagaimana tertulis dalam firman Allah subhanuhu
wata’ala berikut ini: “ Dalam hati mereka
ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang
pedih, disebabkan mereka berdusta .” (QS.Al-Baqarah [2]: 10).
Meskipun kadang sangat sulit bagi kita untuk memaafkan
kesalahan seseorang, namun ada baiknya belajar sabar dan ikhlas untuk menerima
keadaan yang ada. Mungkin denganmengalah kita akan lebih mudah berpikir
sehingga suasana hati mulai membaik dan tidak menimbulkan perasaan yang tidak
semestinya ada. Dalam hal ini akan lebih baik kalau dapat memperbaiki apa yang
ada sehingga tidak menimbulkan keadaan sulit bagi semua orang. Sehingga akan
dengan mudah menemukan solusi untuk masalah yang mungkin saat ini tidak dapat
diselesaikan dengan baik, sehingga dalam waktu singkat akan ada jalan keluar
untuk lepas dari masalah yang ada.
Menghilangkan kebencian yang sudah
terlanjur tumbuh memang tidak mudah, setiap kali kita ingat dengan peristiw
dimasa lalu yang membuat hati terluka pasti akan timbul kembali rasa sakit
dalam hati. Ini tidak akan hilang dengan serta merta, perlu ada waktu untuk
menenangkan hati sehingga apa yang kita lakukan akan dapat dimengerti dan semua
yang terjadi memang atas kehendak sendiri sehingga tidak akan menimbulkan
kebencian baru dalam hati sampai akhirnya kita mendapatkan apa yang paling di
inginkan dalam hati. Sampai disini tentu akan semakin mudah mendapatkan apa
yang seharusnya kita peroleh untuk menghilangkan perasaan tidak nyaman dalam
hati dan menemukan kehidupan yang lebih tenang.
Ada banyak solusi menghilangkan rasa benci dan dendam di hati kita. Ialah :
- Banyak-banyaklah berdzikir (mengingat Allah)
insyaallah akan ada ketenangan di hatimu sebagai mana firman Allah :
insyaallah akan ada ketenangan di hatimu sebagai mana firman Allah :
"Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah
(zikrullah) hati menjadi tenang". [Q-S
Ar-Ra'd ayat 28.]
- Bersabarlah
Dari Abu Hurairah R.A., Rasulullah saw bersabda,
Orang yang hebat itu bukanlah orang yang kuat pukulannya, sesungguhnya orang
yang kuat adalah yang mampu mengekang hawa nafsunya ketika marah. (H.R. Bukhari
dan Muslim)
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar
dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang
sabar.
[Q.S Al-Baqoroh 2 : 153]
- Jadilah Seorang Pemaaf
Allah berfirman :
"...Maka barangsiapa yang memaafkan dan
berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah." [Q.S.Asy-Syura :
40]
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap
mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka
menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah
ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. [Q.S
Ali Imron 3 : 159]
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. [Q.S Al-Baqoroh 2 : 263]
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. [Q.S Al-Baqoroh 2 : 263]
Dalam
hadist :
"Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah,
bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat
yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan
orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang
tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu."
(HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).
"Ada 3 hal yang apabila dilakukan akan
dilindungi Allah dalam pemeliharaanNya dan ditaburi rahmatNya serta
dimasukkanNya ke dalam surgaNya yaitu : apabila diberi iia berterimakasih,
apabila berkuasa ia suka pemaaf dan apabila marah ia menahan diri". [HR. Hakim dan Ibnu Hibban]
- Biasakanlah diri Berperasangka Baik
Dalam al-quran Allah berfirman :
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia
sangat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia
sangat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [Q.S.
Al-Baqarah : 216]
”Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan
dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah
kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu
menggunjing sebahagian yang lain.Sukakah salah seorang diantara kamu, memakan
daging saudaranya yang sudah mati ?.Maka tentulah kamu merasa jijik
kepadanya.Dan bertakwalah kepada Allah Tuhan Yang Maha Penerima taubat lagi
Maha Penyayang.
[QS.Al-Hujuraat :12]
- Ingatlah bahwa Dendan dan Benci itu
merugikan dirimu sendiri
Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat
terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam
memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan
dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling
bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan
kezaliman (melampaui batas). (HR. Al
Hakim)
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak
menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar
dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka
berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). [Q.S Al-Maidah : 91]
- Jangan Sombong dan menganggap diri paling benar
Mari kita koreksi diri, adanya kejadian pasti karena ada penyebabnya.
"Tidak akan masuk syurga siapa saja yang di
dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan." [HR. Muslim]
- Ikhlas dan Tawakkallah
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang
Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya,dan dari kejahatan malam
apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir
yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia
dengki
[Q.S Al-Falaq 1-5]
Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang
lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan,Dan katakanlah:
"Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan,Dan
aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku."
[Q.S Al-Mu'minuun 96-98]
-Dan jika benci dan dendam itu tak jua hilang, maka ingatlah kebaikannya saja, mungkin ada kebaikan yang
pernah ia lakukan untuk kita, jangan selalu memikirkan keburukannya,
kejahatannya dan sifatnya yang kurang terpuji, Insyaallah hati kita akan
terobati.
Semoga bermanfaat dan kita terhindar dari sifat benci, karena kebencian dapat merusak diri kita sendiri terutama hati kita.
Wassalamualaikum Wr. Wb
semoga bermanfaat. barakallah
BalasHapussemoga bermanfaat. barakallah
BalasHapusterkadang kita berpikir mudah untuk memaafkan seseorang tapi faktanya agak sulit untuk melakukan semua itu. tetapi tipsnya sangat bermanfaat :) terima kasih
BalasHapusTrimakasih tips Anda,smoga bermanfaat, Amin. Tp bagaimana dg ketika kita memaafkan kesalahan org yg sgt fatal, sdh akur ttp tetap ada rasa was.was takut kesalahan yg sama terulang kembali? Salah atau tidak? Bagaikan kaca yg tlh pecah walopun diprbaiki tetap ada bekasnya???berdosakah kita?
BalasHapusKebencian terkadang menambah kekuatan yg dhsat tpi syang kekuatan itu sering brsifat negatif, jdi sebisa mgkin jngan prnah membenci orang lain. Saran2 dr anda jga sngat bgus smga brmanfaat bgi smua orang.
BalasHapus